PULUHAN MAMA-MAMA PAPUA DATANGI KANTOR WALI KOTA SORONG

  • Whatsapp
banner 468x60

pb-sorongkota.com – Puluhan mama-mama Papua, datangi kantor wali kota sorong, Papua Barat. Mereka menuntut bantuan sosial, Program Keluarga Harapan, (PKH) sejak bulan Januari 2021, sampai saat ini tidak satupun mereka dapatkan, Rabu/28/2021.

Pedagang kaki lima, mama-mama Papua ini, yang setiap harinya berjualan Pinang dipinggiran jalan protokol Kota Sorong. Berharap pemerintah dapat memperhatikan nasip penjual pinang dipinggir jalan. Karena, semenjak bulan Januari sampai sekarang, mereka tidak pernah mendapatkan bantuan sosial, seperti, Program Keluarga Harapan, (PKH) bahkan, mereka suda beberapa kali sampaikan hal ini ke, kepala dinas sosial Kota Sorong, bahkan dinas sosial Kota Sorong tidak memberikan respon yang baik, sehingga mereka harus bertemu dengan bapak wali kota.

                                                                                        WaliKota Drs.Ec. Lambert Jitmau

Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, langsung datang, untuk memberikan penjelasan kepada mama-mama Papua, Lambert, menjelaskan bahwa, data PKH itu diblok dari pusat, berdasarkan data yang ada dan surat serta surat yang diusulkan itu, jangan dibuang harus disimpan, sehingga menjadi arsip, jika dari dinas sosial menanyakan data yang sudah akurat, bantuan tersebut langsung akan diserahkan kepada yang berhak untuk mendapatkannya, sebab bantuan ini bukan dari wali kota, melainkan bantuan langsung dari bapak Persiden Republik Indonesia, Joko widodo. Untuk itu melai besok hal ini akan direpapatkan kepada dinas sosial kota sorong dan hasil rapat akan disempaikan langsung dari kordinatornya, sehingga mama-mama Papua membubarkan diri dengan tertip dan aman, “tendas, Lambert.

                                                                                       Mama Novi Penjual Pinang

Mama Novi, salah satu pedagang penjual pinang menjelaskan, kedatangan kami, ingin berbicara tentang hak-hak kami, yang selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah Kota Sorong. Seperti bantuan, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu ini dimasukan ke dinas sosial, dengan KTP dan KK, suda dimasukan berulang-ulang kali, tetapi tidak ada realisasi dari dinas terkait. Jika tidak ada realisasinya, mending Kartu PKH ini ditiadakan saja.

                                                                                       Nova Sroyer, Penjual Pinang

Selain itu, Nova Sroyer, juga menyampaikan bantuan ini, ada yang dapat dan ada yang tidak dapat, seingga yang tidak dapat bantuan ini, merekalah yang saat ini datang ke bapak wali kota untuk menanyakan, bantuan-bantuan ini dimana semua, seperti, beras, telur, minyak dan sembako lainnya, ada yang dapat, ada yang tidak dapat, bantuan-bantuan inilah yang mama-mama Papua pertanyakan, (tofan).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *