Sebelum Meninggal, Bidasari Cerita ke Ibunya Kalau Dia Dibakar Suaminya Sendiri.

  • Whatsapp
banner 468x60

pb-sorongkota.com – Kematian Bidasari Sahabudin karena dibakar oleh suaminya sendiri, Bripka I Putu Susitana anggota Polres Sorong Kota, akhirnya terungkap berdasarkan cerita dari almarhumah kepada ibu kandungnya Nursia Sahabudin, ketika masih dirawat di Rumah Sakit Sele Be Solu. Cerita dari Bidasari itupun sempat direkam video oleh adik dan keluarganya, yang juga saat itu menjaganya di Rumah Sakit.

Ibu kandung Nursia Sahabudin

Nursia Sahabudin yang merupakan ibu kandung dari almarhumah Bidasari Sahabudin menceritakan, saat kejadian anaknya terbakar, dirinya masih berada di Kampung Labobar, Saumlaki, Maluku.

“Hari Jumat (28/5) jam 8 pagi, Sari telepon mama. Dia bilang besok sabtu mau pulang ke kampung sendirian naik pesawat, nanti suaminya menyusul dari belakang. Sari bilang nanti suruh kakaknya jemput di Bandara Saumlaki,” dirumah keluarganya yang berada di kawasan wisata Tanjung Kasuari, Kota Sorong,” kata ibunya, Jumat (25/6).

Setelah selesai telepon, lanjut Nursia, dirinya sempat baring-baring dikasur. Namun tidak lama kemudian atau tepatnya jam 9, suaminya mendapat telepon dari anak laki-lakinya bernama Yanto, yang juga tinggal bersama Bidasari. “Pukul 9, bapak dapat telepon dari Yanto sambil menangis, dia bilang Sari sudah dibakar dengan polisi. Saya dengar dikampung, katanya terbakar karena kompor meledak,” ujarnya sambil menangis.

Mendengar anak dan menantunya mendapat musibah, Nursia langsung datang ke Sorong dengan menggunakan pesawat, Minggu (30/5). Ketika sampai di rumah sakit tempat anaknya dirawat, Nursia mengaku merasa ada yang aneh, melihat kondisi luka bakar yang sangat serius ditubuh anaknya. Sehingga dirinya menanyakan kembali kepada anaknya, apakah benar terbakar karena ledakan kompor.

Korban Saat Diruma Sakit Sele Be Solu

“Waktu di rumah sakit mama tanya, betul Sari kena kompor? Sari bilang tidak mama, Putu yang bakar saya. Saya tanya bakar caranya bagaimana, dia buka kompor dibelakang. Lalu Putu berdiri dimuka pintu dengan jarak sekitar 2 meter, terus siram saya pakai minyak tanah dari kepala langsung turun ke badan. Habis itu dia kasih menyala korek terus bakar saya,” kata, Nursia menceritakan ulang apa yang dikatakan almarhumah anaknya Bidasari. Setelah membakar tubuh Sari, lanjut Nursia, I Putu Susitana kemudian memeluk anaknya sambil mengatakan “Kita dua mati sudah”.

Sari bilang Putu sempat peluk dia, terus tindis badannya lagi ke kasur. Sari lalu merontak dan lari keluar lewat belakang, tapi pintu sudah terkunci. Sari bilang tangannya sudah terbakar, makanya tidak bisa buka pintu. Akhirnya dia ke kamar mandi, terus masuk ke dalam drum yang berisi air, supaya kasih padam api,” akunya.

Menurut Nursia, saat didalam kamar mandi, anaknya Sari berteriak minta tolong berapa kali. Sari yang seluruh tubuhnya sudah hangus terbakar kemudian mencoba merobek sisa baju dan celana yang dipakainya, sambil berlarian keluar rumah melalui pintu belakang dan meminta tolong ke tetangga, (tofan).

 
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *